Belajar membuat skripsi ataupun proposal skripsi harus dilakukan
sejak semester awalan, dengan banyak membaca contoh proposal skripsi
sehingga pada saat semester akhir mahasiswa tidak akan kewalahan dalam
menyusun laporan tersebut.
Terus apakah proposal skripsi itu?
Proposal skripsi merupakan laporan usulan penelitian tugas akhir
mahasiswa (skripsi), dala sistematika penulisan proposal skripsi setiap
kampus akan berbeda, hal tersebut agar tiap kampus memiliki ciri khas
tersendiri dan juga mencegah adanya plagiat.
Apabila
seorang mahasiswa telah selesai membuat laporan proposal maka akan ada
yang namanya seminar uji proposal (UP), biasanya seminar UP dihadiri
oleh mahasiswa dari semester 7 serta beberapa dosen penguji. Jika uji
proposal diterima maka akan lanjut ke tahap penelitian untuk tugas
akhir, namun jika gagal maka laporan proposal skripsi harus diperbaiki
lagi dan melakukan seminar uji proposal (UP) susulan.
Menurut
bentuknya proposal skripsi terbagi menjadi dua bagian diantaranya
proposal skripsi mini dan proposal skripsi penuh, untuk lebih lengkap
definisinya bisa disimak dibawah ini:
1. Proposal skripsi mini
Proposal
skripsi mini merupakan bentuk proposal yang terdiri dari tiga bab
skripsi menjadi satu bab, bentuk model proposal seperti ini memiliki
kelemahan, yaitu lamanya waktu penulisan skripsi, karena setelah setelah
mahasiswa mengajukan proposal penelitian, maka mahasiswa harus
mengerjakan bab-bab pada skripsi secara terpisah.
2. Proposal skripsi penuh
Proposal
skripsi penuh merupakan bentuk proposal skripsi dengan susunan dalam
bentuk bab, dengan sistematika penulisannya pun dari bab 1, bab 2, bab 3
dan daftar pustaka.
Namun ada juga kampus yang menerapkan sampai
bab 4, keuntungan penulisan proposal skripsi penuh yaitu penyusunan
skripsi semakin singkat, karena bab yang ada pada proposal skripsi
tersebut nantinya dijadikan sebagai bab skripsi itu sendiri.
Tetapi
setiap bab skripsi tersebut akan banyak perubahan dan revisi sesuai
peneliatian yang dilakukan. Dan kelemahannya dari bentuk proposal ini,
yaitu jika uji proposal gagal maka mahasiswa harus mengajukan dengan
proposal yang lain, dan mengikuti seminar susulan. Cara Membuat Daftar Isi –
Daftar isi merupakan salah satu komponen yang selalu ada dalam setiap
buku, makalah, jurnal, atau skripsi. Hal ini berfungsi untuk memudahkan
pembaca dalam membaca sebuah buku. Tetapi sayang, masih banyak orang
yang tidak bisa membuat daftar isi di Microsoft Word secara otomatis.
Padahal di dalam office ini sudah menyediakan fiturnya untuk memudahkan
dalam membuat daftar isi.
Daftar isi di Microsoft Word bisa dibuat
secara manual, tetapi cara ini cukup memakan waktu yang cukup lama
sehingga sebaiknya Anda menggunakan cara otomatis ini. Cara membuat
daftar isi otomatis ini cukup mudah untuk dilakukan, hanya memerlukan
beberapa langkah.
Secara
garis besar cara membuatnya hanya memerlukan dua langkah. Langkah
pertama yakni membuat judul dan sub judul mana saja yang akan dimasukan
di dalam daftar isi. Langka selanjutnya adalah memerintahkan Microsoft Word untuk membuat daftar isi berdasarkan judul dan subjudul yang dibuat.
Membuat Judul dan Subjudul untuk Daftar Isi
Untuk
membuat daftar isi terlebih dahulu harus memilih judul dan subjudul
yang akan digunakan sebagai daftar isi. Caranya adalah dengan blok judul
kemudian aplikasikan style Heading 1. Cara paling mudah untuk
mengaplikasikan style Heading 1 dengan cara berikut ini.
Pada Word 2003 dan sebelumnya: klik Style box pada menu Formatting kemudian pilih Heading 1
Pada Word 2007, 2010, dan 2013: klik Heading 1 pada grup style di menu Home
Format
heading 1 hanya digunakan untuk judul utama disetiap bab, sedangkan
untuk subjudul bisa menggunakan heading 2, heading 3 dan selanjutnya.
Bila tidak menyukai jenis huruf, warna dan ukuran huruf dari berbagai
huruf heading tersebut, Anda bisa mengubahnya dengan mengklik menu
“modify” pada heading tersebut.
Membuat Daftar Isi
Setelah
judul dan subjudul yang akan dijadikan daftar isi dipilih , maka saat
untuk membuat daftar isi tersebut. Untuk membuat daftar isi
pada Microsoft Word terdapat perbedaan pada Microsoft Word 2003
dan Microsoft Word 2007. Berikut ini adalah cara membuat daftar isi
dengan menggunakan Microsoft Word 2003 dan versi sebelumnya.
Klik pada halaman kosong di mana Anda ingin membuat daftar isi
Tampilkan jendela Table of Contents dengan cara buka Insert Index and Tables (Word 2000) atau buka Insert Reference Index and Tables (Word 2002 dan 2003)
Klik pada tab Table of Contents kemudian klik OK
Cara Merubah Tampilan Daftar Isi
Sebenarnya bila Anda
mengikuti tutorial di atas sudah bisa membuat daftar isi. Tetapi
terkadang hasilnya kurang sesuai dengan keinginan misalnya dari jenis
huruf, ukuran, warna dan jaraknya. Anda bisa memodifikasinya heading
yang telah dibahas sebelumnya.
Perhatikan cara memodifikasi
hurufnya, jangan sampai menggunakan menu format > paragraf atau menu
format > font, karena hal itu akan merusak susunan daftar isi. Selain
itu, jangan merubah hurufnya dengan cara manual. Pastikan untuk selalu
merubah daftar isi dengan melakukan perubahan pada header agar
tampilannya selalu konsisten.
Selain
melakukan perubahan pada judul dan subjudul, Anda juga harus bisa
melakukan perubahan pada tampilan daftar isi itu sendiri. Langkah
pertama, buka jendela pengaturan kemudian pilih Custom Table of Contents
dengan cara berikut ini.
Untuk Microsoft Word 2000: klik daftar isi tersebut kemudian buka Insert > Table of Contents
Untuk Microsoft Word 2002 dan 2003: klik daftar isi tersebut lalu buka Insert > References > Table of Contents
Untuk Microsoft Word 2007 ke atas: klik daftar isi kemudian buka References > Table of Contents > Insert Table of Contents
Mungkin Sekian Informasi yang dapat saya berikan salah kurang lebihnya saya memohon maaf karna kita sama-sama belajar :)
Sayang ini pembahasanya cman smpai daftar isi. Tp lumayan buat nambah pengetahuan. Terimakasih
BalasHapusSayang ini pembahasanya cman smpai daftar isi. Tp lumayan buat nambah pengetahuan. Terimakasih
BalasHapusTerimakasih informasi barunya
BalasHapusSangat bermanfaat, terimakasih bang dit
BalasHapus